Diskanlut Berusaha Jaga Harga Ikan Tidak Mahal

20160802img-20160802-03039

20160802img-20160802-03039

“Kita berupaya mempromosikan gemar makan ikan ke masyarakat, tentu harus diikuti kebijakan untuk mendorong harga ikan tetap terjangkau diantaranya dengan membantu peningkatan produksi perikanan melalui budidaya”
Amuntai, (Antara.Kalsel)– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan berupa menjaga agar harga penjualan ikan dipasaran tidak terlalu mahal dengan membantu budidaya ikan dan memotong distribusi pemasaran ikan melalui tengkulak.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil perikanan (P2PH) Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kalimantan Selatan, Fathur Rahmani, di Amuntai mengatakan, pemerintah propinsi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan setiap tahun memberikan bantuan untuk peng embangan budidaya perikanan sehingga produksi ikan melimpah guna menjaga harga ikan tetap murah dan terjangkau masyarakat.
“Kita berupaya mempromosikan gemar makan ikan ke masyarakat, tentu harus diikuti kebijakan untuk mendorong harga ikan tetap terjangkau diantaranya dengan membantu peningkatan produksi perikanan melalui budidaya,” ujar Fathur.
Fathur mengatakan, persoalan lain untuk menjaga kestabilan harga ikan dipasaran ini dengan memotong jalur distribusi pemasaran ikan agar bisa langsung dijual petani ke pasar dengan harga murah.
Ia mengakui, beberapa jalur pemasaran hasil budidaya ikan dan hasil tangkap masih dikuasai beberapa tengkulak besar, sehingga para tengkulak inilah yang berperan menetapkan harga ikan ketika dijual dipasaran.
“Kita berupaya melakukan kebijakan agar distrubusi pemasaran hasil perikanan ini tidak begitu panjangm kalau perlu bisa langsung dijual petani ke pasar,” katanya.
Menghadiri Promosi Gerakan Memasyaraktkan Makan Ikan (Gemarikan) di SDN 1 Teluk Mesjid Kabupaten HSU, Fathur menjelaskan, ikan memiliki keunggulan dibanding sumber protein hewani lainnya karena harganya yang lebih murah, dengan kandungan omega sangat tinggi serta bisa dikonsumsi berbagai kalangan suku dan agama tanpa ada larangan mengkonsumsi ikan.
Selain itu, lanjut Fathur, jenis ikan sangat beragam sehingga banyak alternatif untuk menyajikan menu ikan bagi keluarga. Meski demikian konsumsi ikan di tanah air masih lebih rendah dibanding negara tetangga seperti Malaysia yang angka konsumsinya 70 kg/kapita pertahun dan jepang 140 kg/kapita pertahun.
Diskanlut Kalsel menyampaikan ucapan selamat kepada Pemda Hulu Sungai Utara (HSU) karena berhasil mencapai angka konsumsi ikan diatas-rata-rata nasional yakni sebesar 50,8 kilogram per kapita pertahun pada 2015, sedangkan angka konsumsi ikan secara nasional sebesar 41,11 kg/kapita pertahun dan angka konsumsi ikan Kalsel 47 kg/kapita pertahun.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten HSU Muhammad Suriani mengutarakan Kabupaten HSU menjadi lumbung ikan di Kalsel dengan produksi ikan hasil penangkapan diperairan sebesar 12000 ton pertahun dan hasil budidaya sekitar 17000 ton pertahun.
“Pemasaran hasil perikanan di HSU sudah mendapai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Alhamdulillah daerah kami bisa membantu daerah lain yang kurang produksi hasil perikanannya,” katanya.

Editor: Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2016